Usaha Budidaya Jamur Tiram

Analisa & Peluang Usaha Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Usaha budidaya jamur tiram adalah hal yang mudah dilakukan termasuk untuk pemula sekaligus. Karena anda hanya tinggal menunggu jamurnya tumbuh sampai berkembang kemudian panen.

Bahkan modal untuk memulai budidaya jamur tiram ini bisa sangat murah bila anda hanya ingin mencoba – coba saja. Jika anda masih pemula memang sebaiknya jangan mencoba dalam skala besar.

Berikut ini kami akan mencoba menjelaskan bagaimana peluang usaha budidaya jamur tiram untuk pemula dan juga dengan modal yang murah.

Kupas Tuntas Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Untuk pemula, kami menyarankan tidak perlu membuat baglog. Jadi anda beli saja baglognya. Memang keuntungannya akan lebih besar jika anda bisa membuat baglog sendiri.

Baglog adalah media tempat untuk bertumbuhnya jamur tiram. Satu baglog bisa menumbukan jamur 3 sampai 4 kali.

Tapi untuk pemula yang masih coba – coba kami sarankan untuk membeli baglog saja. Karena ini lebih menjamin tumbuhnya jamur.

Untuk area Yogyakarta dan sekitarnya anda bisa membeli baglog di PT Perkebunan Nusantara X (Persero) – Gudang Pengolah Sorogedug Yogyakarta, sebab kami juga membeli baglog disana.

Analisa Peluang Usaha Budidaya Jamur Tiram

Usaha Jamur Tiram Pemula

Kami akan membuat analisa usaha budidaya jamur tiram dengan modal 500 baglog, karena untuk pemula.

  • Biaya pembuatan kumbung dari pengalaman kami hanya menghabiskan Rp 150.000 (belum termasuk biaya tukang).
  • Biaya tukang anggap saja Rp 100.000 (kalau bisa silahkan dibikin sendiri saja).
  • Pembelian 500 baglog (@ Rp 2.000) = Rp 1.000.000
  • Ongkir pengiriman baglog Rp 100.000

Jadi modal awal kami dalam mencoba usaha budidaya jamur tiram adalah Rp 1.350.000

Presentase kegagalan dari 500 baglog kami anggap sebesar 5% atau 25 baglog.

Kabar baik : Baglog yang pecah ternyata masih bisa menumbuhkan jamur.

Baglog Jamur Tiram Pecah

Jadi Analisa Keuntungannya adalah :

Satu baglog bisa menghasilakan jamur seberat 150 – 300 gram. (Biasanya kami hanya memetik 3 – 4 jamur saja sudah mendapatkan berat setengah kg).

Jadi mari kita anggap saja satu baglog menghasilkan jamur seberat 150 gram (nilai minimal).

Jadi analisanya akan sebagai berikut :

  • 475 baglog x 150 gram (berat @ jamur tiram) = 71.250 gram, jika dibulatkan maka 71 kg per musim.
  • Harga jual jamur tiram di Klaten antara Rp 12.000 – Rp 14.000 (untuk ecer kami biasa menjual Rp 14.000)
    Jika kita ambil analisa dengan harga Rp 12.000 maka omsetnya adalah 71 kg x Rp 12.000 = Rp 852.000

Padahal baglog bisa dipakai 3 – 4 musim panen. Jika kita analisakan hanya untuk 3 musim saja maka Rp 852.000 x 3 = Rp 2.556.000

Baca Juga :

Keuntungan : Rp 2.556.000(omset) – 1.350.000(modal) = Rp 1.206.000, sementara keuntungan per musim adalah Rp 1.206.000 : 3 = Rp 402.000

Jika anda ingin melipatgandakan keuntungan perbulannya anda hanya tinggal menlipatgandakan juga modal / baglog yang anda kelola.

Bagi kami untuk pemula mengelola 500 baglog adalah angka yang pas. Selanjutnya anda sendiri yang menentukan apakah ingin diperbesar atau tidak.

Kabar baiknya dilingkungan yang kami kelola belum ditemukan hama, jadi kami tidak bisa membahas dampak apa saja jika terdapat hama.

Tapi untuk masalah – masalah yang tidak terduga anda bisa belajar dan bertanya di grup facebook KOMUNITAS JAMUR TIRAM.

Cara Memulai Usaha Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula :

Kumbung Jamur Tiram

1. Siapkan Kumbung

Kumbung adalah tempat yang nantinya digunakan untuk menaruh baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung bisa terbuat dari bambu atau baja ringan.

Untuk pemula kami sarankan buatlah kumbung menggunakan bambu karena biaya pembuatannya yang lebih murah dari baja ringan.

2. Beli Baglog

Sebagai pemula anda harus menentukan ingin mencoba membeli berapa baglog terlebih dahulu. Kalau kami pribadi mencoba dengan 500 baglog, 500 adalah angka yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil bagi pemula.

Anda harus memperkirakan berapa baglog yang ingin anda beli sebelum membuat kumbung agar semua baglog yang anda beli tidak ada yang terlantar karena kumbung tidak muat.

3. Menyusun Baglog

Setelah membeli baglog hal yang perlu anda lakukan adalah menyusun baglog memang bisa secara vertikal dan horizontal, namun kebanyakan petani jamur tiram menyusun secara horizontal karena aman dari siraman air dan memdudahkan pada saat panen.

4. Merawat Baglog

Setelah baglog tersusun rapi di rak kumbung yang kami lakukan hanyalah menyirami lantai ruangan tempat budidaya jamur tiram. Ingat ya, yang disiram hanya lantainya saja bukan baglognya.

Setelah itu kami hanya menyobek kecil pada plastik dimana jamur akan tumbuh. Hal ini dilakukan jika terdapat tanda akan tumbuhnya jamur melalui jalur belakang atau samping.

Ada baiknya anda mengikuti seminar atau berkunjung langsung ke petani jamur agar mendapatkan ilmu cara merawat baglog dengan benar.

5. Panen Jamurnya

Hal yang membahagiakan bagi petani jamur adalah ketika melihat bibit – bibit jamur yang sudah bermunculan. Karena kami hanya mengelola baglog dengan jumlah yang tidak banyak maka untuk panen kami menunggu beberapa jamur berkembang.

Jadi misalkan ada satu jamur yang sudah layak panen maka kami tahan dulu sampai ada jamur lain yang juga layak untuk dipanen. Tapi kalau ada tanda – tanda akan menguning sebaiknya segera dipetik saja.

Karena baglog yang dikelola tidak banyak maka kami belum bisa panen setiap harinya. Sebab jamur tidak tumbuh dan panen secara bersamaan.

Pengalaman Kami Panen Jamur Tiram

Panen Jamur Tiram

Pada hari Minggu 14 Juni 2020 kami berkunjung ke PT Perkebunan Nusantara X (Persero) – Gudang Pengolah Sorogedug Yogyakarta untuk melihat langsung cara mengelola jamur tiram.

Sepulang dari sana kami membawa pulang 3 baglog dimana salah satunya sudah siap tumbuh jamur untuk mencoba lingkungan yang cocok.

Setelah itu kami menyiapkan 6 kumbung kecil untuk tempat menaruh 500 baglog.

Kami membuat kumbung dari bahan bambu, kami membeli 10 bambu dimana harga satu bambu di Klaten adalah 15 ribu. Jadi kami mengeluarkan modal 150 untuk pembuatan kumbung + biaya tukang.

Pada hari Kamis 18 Juni 2020 baglog yang kami pesan sudah sampai kerumah dan saat itu juga kami menata baglog ke kumbung yang sudah disiapkan.

Setiap hari kami hanya menyiram lantai jika dirasa kurang lembab (tidak dihitung berapa kali, yang pasti lebih dari 3 kali). Kemudian sesekali mengecek apakah ada jamur yang akan tumbuh, jika tumbuhnya dari samping atau belakang yang kami lakukan adalah merobek sedikit pastik agar jamur bisa tumbuh keluar.

Jika ada beberapa jamur yang sudah mulai besar maka anda bisa menjualnya. Panen dilakukan sebelum jamur mulai menguning.

Riwayat Panen Jamur Tiram dari Modal 500 Baglog

  • 18 Juni 2020 Baglog datang.
  • 22 Juni 2020 Panen setengah kg.
  • 23 Juni 2020 Panen setengah kg.
  • 26 Juni 2020 Panen 1 kg.
  • 27 Juni 2020 Panen setengah kg.
  • 28 Juni 2020 Panen setengah kg.
  • 02 Juli 2020 Panen setengah kg.
  • 03 Juli 2020 Panen setengah kg.
  • Dan masih lanjut lagi….

Kami hanya memanen sekiranya genap setengah kg dan 1 kg saja.

Tantangan Budidaya Jamur Tiram

Tantangan utama dalam usaha budidaya jamur tiram adalah menjualnya. Anda bisa saja membuat usaha budidaya jamur tiram dengan skala besar sekaligus, namun apakah anda mampu konsisten menjual jamurnya?

Cara Menjual Jamur Tiram

Anda bisa memulai menjual jamur tiram ke tetangga, ke penjual sate jamur, ke penjual jamur crispy, ke pasar, dan juga bisa dipasarkan secara online.

Tips Dalam Menjual Jamur Tiram :
Kami mempunyai tips dalam menjual jamur tiram saat pesanan lebih banyak dari hasil panen. Dalam sehari panen tertinggi kami baru di angka 1 kg. Namun kami sudah pernah mendapatkan pesanan 5 sampai 8 kg.

Cara yang kami lakukan untuk memenuhi pesanan tersebut adalah membeli jamur dari petani lain kemudian dijual kembali.

Contohnya begini :
Jika anda pada hari Minggu mendapatkan pesanan jamur tiram sebanyak 5 kg sementara panen anda pada hari Minggu hanya 1 kg saja. Anda bisa membeli 4 kg ke petani lain (jangan lupa ambil untung meski hanya seribu rupiah).

Jika pembeli tersebut puas dengan layanan anda, pastinya dia akan menjadi pelanggan anda. Dan setelah mendapatkan pelanggan yang banyak baru anda bisa menambah jumlah baglog agar hasil panen semakin banyak.

Nah itulah ulasan mengenai analisa dan peluang usaha budidaya jamur tiram berdasarkan pengalaman pribadi kami.

Saya adalah penulis dan pemilik pencarinafkah.com, blogger asal Klaten Jawa Tengah.

6 komentar

  1. pengen bisnis jamur tiram, tapi gak tau pasokan bahan2nya dan apalagi lahannya gak ada

  2. wah gak butuh tempat ayng luas ya, makasih sharingnya

  3. wah saya simpan dulu
    tapi belum nemu tempat yang pas
    lumayan juga keuntungannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.