4 Tips Ternak Ayam Kampung Untuk Pemula

Tips Beternak Ayam Kampung

Memelihara ayam kampung merupakan hal yang biasa bagi warga perkampungan. Mereka hanya perlu membuat kandang alakadarnya, memberi pakan seadanya, dan membiarkan ayam-ayamnya berkeliaran begitu saja dan nantinya pada sore hari ayam kampung akan pulang dengan sendiri ke kandangnya.

Nah, hal tersebut memang mudah dilakukan namun ternyata hal tersebut kurang menguntungkan. Sebenaranya anda bisa memperoleh keuntungan dari ternak ayam kampung walaupun masih pemula asalkan tau cara yang baik dan benar dalam proses pemeliharaanya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu diperlukan tips beternak yang baik agar anda bisa memperoleh keuntungan dari ternak ayam kampung. Berikut adalah tips beternak ayam kampung bagi pemula :

Tips Ternak Ayam Kampung

Tips Beternak Ayam Kampung

1. Pengadaan Bibit atau Anak Ayam Kampung

Dalam hal ini anda perlu membeli anak ayam yang menetas atau sering disebut DOC. Jumlah DOC yang dibeli harus disesuaikan dengan luas kandang yang dimiliki. Dan sesuaikan pula dengan jumlah modal yang anda miliki. Semakin banyak anda membeli DOC maka semakin banyak pula jumlah biaya pakan yang anda keluarkan.

Untuk itu bagi yang masih pemula mulailah dengan membeli DOC dengan sekala kecil. Ada beberapa jenis ayam kampung, mulai dari ayam kampung biasa hingga ayam jawa super atau sering disebut Joper.

Nah bagi pemula alangkah baiknya anda membeli bibit Ayam Joper, Ayam Joper memiliki kualitas baik karena pertumbuhannya terbilang lebih cepat besar dibanding dengan ayam kampung biasa.

2. Pemilihan Jenis Kandang Ayam

Ada beberapa jenis kandang ayam yaitu Sistem Ren, Kandang Postal, Kandang Baterai. Untuk anda yang masih pemula alangkah baiknya memulai dengan Sistem Ren.

Pada Sistem Ren kandang ini memiliki dua bagian yaitu bagian untuk pengumbaran dan bagian untuk berteduh, biasanya luas area pengumbaran yaitu dua per tiga luas area untuk berteduh.

Model kandang seperti ini sangat efektif untuk ternak ayam kampung bagi pemula.

3. Perawatan dan Pembesaran

Dalam proses pembesaran Ayam Kampung tidak jauh berbeda dengan Ayam Broiler yaitu perlu adanya perawatan khusus dalam proses pembesarannya. Bagi anda yang masih pemula perlu menyiapkan pakan ternak yang berkualitas beserta obat-obatan alami maupun kimia agar ayam tidak mudah terkena penyakit.

Untuk menekan biaya prosuksi sebaiknya gunakan pakan ternak alami yang bisa anda dapatkan disekitarmu seperti dedak, daun pepaya hingga daun lamtoro yang sering digunakan para peternak pada umumnya agar ayam dapat tumbuh besar dan sehat.

Beri makan ayam tiga kali sehari dan kombinasikan antara pakan alami dan pakan pabrikan.

Dan yang perlu digarisbawahi pemeberian kombinasi pakan ini diberikan khusus ayam kampung yang berusia 2 bulan ke atas dan untuk ayam kampung usia 21 hari sebaiknya berikan pakan murni dari pabrik agar pertumbuhannya menjadi cepat. Jaga kebersihan kandang.

Baca Juga : Analisa dan Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Untung Besar

4. Pemasaran

Bagian akhir dari proses ternak ayam kampung bagi pemula adalah aspek pemasaran.

Biasaya warga perkampungan menjual ayam kampung kepada para pedagang ayam keliling dan tentunya harga yang ditawarkankan akan sangat minim sehingga hal tersebut kurang menguntungkan, karena para pedagang keliling nantinya akan menjual kembali ayam tersebut.

Untuk itu alangkah baiknya jika anda menawarkan ayam kampung langsung kepada pelanggan atau para pengusaha bidang kuliner yang membutuhkan pasokan ayam kampung untuk kegiatan usahanya.

Dan dalam tahap ini diperlukan usaha yang keras khususnya dalam hal menjalin kemitraan dengan orang-orang yang membutuhkan pasokan ayam kampung tersebut.

Berikan harga yang normal dan utamakan kualitas ayam yang dijual. Semoga bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.