Grafik Tes Koran yang Baik dan Cara Mengerjakan

grafik tes koran yang

Grafik Tes Koran yang Baik – Anda menerima panggilan kerja di suatu perusahaan untuk tes psikotes?

Tes koran pun menjadi salah satu tes psikotes untuk panggilan kerja. Untuk itulah, simak artikel ini mengenai grafik tes koran yang baik.

Bacaan Lainnya

Tes Koran

Sebagai salah satu tes psikotes dalam wawancara kerja, sudahkah Anda mengenal tes koran?

Jika belum, sebelum Anda bahas mengenai grafik tes koran yang baik, sebaiknya terlebih dahulu Anda ketahui dan pahami mengenai apa yang dimaksud dengan tes koran?

Tes koran atau biasa disebut tes pauli atau tes kraepelin adalah tes berupa psikotes yang berisi soal-soal deretan angka berbentuk lajur.

Sering disebut tes koran karena lembar soal dari tes tersebut berukuran lebar sama seperti koran.

Tes koran mengharuskan Anda untuk menjumlahkan deretan angka yang diberikan.

Terbilang mudah, tetapi yang menjadi masalah adalah deretan angka yang diberikan banyak sehingga tak sedikit orang yang kurang teliti.

Hal ini pun memengaruhi penilaian pada tes psikotes Anda.

Penilaian Tes Koran

Setelah mengetahui arti dari tes koran di atas, Anda pun penasaran bagaimana dengan penilaian dari tes koran?

Tak perlu penasaran, Anda bisa mengetahuinya dengan simak mengenai penilaian tes koran berikut ini, di antaranya:

1. Ketepatan Hasil Jumlah

Hasil penjumlah dari awal hingga akhir harus tepat untuk setiap angkanya.

Namun, apabila Anda memiliki angka yang sangat rendah pada hasil penjumlahan, maka menunjukkan bahwa Anda mengalami depresi atau stres. 

Ketika Anda terlalu banyak salah menulis angka hasil penjumlahan, dapat juga berarti bahwa Anda mengalami distraksi mental.

Perusahaan tak selalu mengoreksi semua jawaban yang Anda tulis. Meski begitu, ada juga perusahaan yang mengoreksi semua jawaban.

Dengan begitu, Anda tetap harus teliti untuk menghitung hasil penjumlahannya.

2. Ketepatan Angka Hasil Jumlah

Setelah menjumlahkan deretan angka, Anda harus tepat menuliskan angka hasil penjumlahan.

Dalam tes koran, untuk hasil penjumlahan berupa puluhan, ditulis angka belakangnya saja sehingga Anda tak perlu menulis dua angka.

Terdengar mudah, tetapi bagi Anda yang terpacu dengan waktu sedikit, tentunya membuat Anda kebingungan dan tak menutup kemungkinan salah menulis angka tersebut.

3. Grafik Baik, Bagus, dan Benar

Setelah melakukan penjumlahan dan menulis angkanya, Anda harus menarik garis nilai tertinggi dari per baris untuk menjadikannya sebuah grafik.

Apabila grafik menurun, maka menunjukkan bahwa Anda mengalami kehilangan ingatan sesaat.

Apabila grafik antara puncak dari tertinggi dan terendah terlalu besar, maka menunjukkan bahwa Anda mengalami gangguan emosional.

Kemudian, bagaimana untuk menunjukkan bahwa grafik tersebut baik, bagus, dan benar?

Apabila grafik naik atau menanjak, tetapi terkadang turun atau sejajar, maka grafik tersebut bernama grafik tes koran yang baik, bagus, dan benar karena terlihat alami dan normal.

Cara Mengerjakan Tes Koran

Anda ingin mendapatkan grafik tes koran yang baik, bagus, dan benar?

Tentunya, Anda harus bisa mengerjakan tes koran dengan baik. Anda pun sedang mencari cara untuk mengerjakan tes koran yang benar?

Tak perlu bingung mencari caranya, Anda pun bisa simak mengenai cara mengerjakan tes koran berikut ini.

  • Kerjakan dengan menjumlahkan setiap angka dari bawah ke atas.
  • Setelah mendapatkan hasilnya, tulis angka belakangnya jika hasilnya puluhan. Anda dapat menuliskan hasil penjumlahannya di samping kanan antara dua deretan angka tersebut.
  • Apabila Anda salah menuliskan angka hasil penjumlahan, maka Anda tak perlu menghapusnya dan cukup mencoretnya.
  • Misal, Anda sudah tulis angka 2, padahal yang benar angka 3. Anda cukup mencoret angka 2 dan menuliskan angka 3 di sebelahnya.
  • Saat Anda mendengar instruksi atau ketukan oleh penguji, berarti tandanya Anda harus pindah ke lajur berikutnya. Lakukan sama seperti lajur sebelumnya.

Untuk mengerjakan tes koran, Anda harus cepat dan teliti. Hal ini akan memengaruhi Anda dalam mengerjakan soal dan hasil penilaian tes.

Biasanya, tes koran memiliki 45 kolom dan 60 baris, lalu setiap 30 detik Anda akan pengawas instruksikan untuk pindah lajur.

Itulah pembahasan dari pengertian tes koran, penilaian dalam tes koran, hingga cara mengerjakan tes koran yang dapat Anda lakukan.

Jadi, saat Anda menghadapi tes koran, Anda bisa mengerjakannya untuk mendapatkan grafik tes koran yang baik, bagus, dan benar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *