Apa Itu Yayasan Kerja, Sistem dan Untung Ruginya

Apa itu yayasan kerja
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-berbaju-putih-lengan-panjang-memegang-papan-klip-dengan-resume-5989933/

Anda yang mendapat pertanyaan apa itu yayasan kerja mungkin akan bingung menjawabnya. Namun jika pertanyaannya yang muncul soal outsourcing tentu tidak akan merasa bingung, karena istilahnya sangat familiar.

Istilah yayasan kerja adalah outsourcing yang saat ini cukup banyak digunakan oleh perusahaan berskala menengah besar. Supaya tidak bingung dengan istilah yayasan kerja atau outsourcing, kenali pengertian hingga keuntungan dan kerugiannya.

Bacaan Lainnya

Apa Itu Yayasan Kerja

Yayasan kerja merupakan lembaga pihak ketiga yang menyediakan tenaga kerja untuk perusahaan-perusahaan. Tujuan dari perusahaan menggunakan layanan yayasan sebagian besar adalah untuk memangkas biaya operasional.

Jadi karyawan yang bekerja di perusahaan berasal dari yayasan dan lembaga atau jasa ini sudah dikenal dalam strategi bisnis sejak tahun 1989. Sudah tidak bingung lagi bukan dengan apa itu yayasan kerja. Bisa dibilang juga yayasan menjadi perantara antara perusahaan dengan karyawan.

Kehadiran yayasan kerja ini mempermudah perusahaan untuk bisa mengalokasikan sumber daya manusia pada tempat yang lebih efektif. Contohnya adalah pekerjaan keamanan dan kebersihan, perusahaan tidak perlu merekrut satpam dan office boy dan bisa mencarinya melalui yayasan.

Begitu juga dengan pekerjaan seperti call center, pengemudi, kurir, catering dan masih banyak lagi. Setelah memahami apa itu outsourcing dan contohnya Anda juga perlu mempelajari bagaimana sistemnya.

Sistem ini harus dikenali khususnya jika Anda adalah perusahaan yang mencari jasa outsourcing.

Sistem di Yayasan Kerja

Apabila dilihat dari definisi apa itu perusahaan outsourcing di atas, keuntungan besar diperoleh perusahaan pengguna jasa yayasan. Namun bagaimana dengan status karyawan yang bekerja?

Secara sistem, karyawan memiliki kontrak kerja kepada pihak outsourcing dan bukan terhadap perusahaan yang membutuhkan jasa. Proses rekrutmen juga dilakukan oleh yayasan kerja dan karyawan hanya akan memperoleh kontrak kerja bukan pekerja tetap.

Pembayaran gaji karyawan juga dilakukan oleh yayasan terlebih dahulu. Nantinya baru perusahaan pengguna jasa akan membayarkan langsung ke pihak yayasan. Di Indonesia sendiri, sistem operasi yayasan dulunya hanya meliputi bidang penunjang saja.

Misalnya seperti cleaning service, keamanan, call center dan seperti yang dicontohkan tadi. Hal ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 13 Th 2003. Hanya saja dengan adanya perubahan UU tersebut, batasan atas bidang pekerjaan menjadi tidak pasti.

Beberapa yayasan bahkan menyediakan karyawan yang ahli dalam bidang pekerjaan yang penting atau inti dalam perusahaan. Contohnya karyawan untuk proses produksi.

Namun banyak juga yayasan kerja yang tugasnya hanya menyiapkan tenaga kerja saja sedangkan untuk urusan kontrak serta gaji akan ditangani langsung oleh perusahaan. Sehingga tenaga kerja ini akan mendapatkan kontrak dan gaji langsung dari perusahaan.

Memahami sistem kerjanya, maka pengertian apa itu yayasan kerja tentu semakin dipahami. Bagaimana sistem operasional ini menguntungkan bagi karyawan atau tidak bisa dikenali melalui keuntungan dan kerugiannya ini.

Baca Juga: Yuk, Mengenal Perbedaan Offshoring dan Outsourcing!

Keuntungan dan Kerugian Sistem Yayasan Kerja

Berbeda dengan karyawan yang bekerja di perusahaan langsung, ketika menjadi pegawai kontrak di yayasan banyak untung rugi yang dimiliki. Lalu apakah perusahaan juga akan selalu untung dengan menggunakan jasa yayasan kerja?

Baik karyawan dan perusahaan sama-sama memiliki keuntungan dan kerugian. Berikut ini ulasan keuntungan bekerja sama dengan sebuah yayasan.

1. Tidak Perlu Melakukan Rekrutmen

Rekrutmen yang diadakan sebuah perusahaan cukup memakan waktu dan biaya. Tanpa harus memperhatikan dua hal tersebut, perusahaan tetap mendapatkan karyawan yang sudah diseleksi terlebih dahulu di yayasan kerja.

Beban seleksi karyawan baru pun akan berkurang dan perusahaan hanya perlu mencari karyawan sesuai dengan kinerja inti bisnis saja. Pihak yayasan pun juga sudah melakukan seleksi keahlian karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

2. Perusahaan Minim Biaya Training

Selain rekrutmen, training juga jadi langkah keberlanjutan pada karyawan baru. Lagi-lagi waktu dan uang pun akan dihabiskan di sini. Tanpa harus menyelenggarakan training, yayasan kerja sudah mempersiapkan karyawan yang diperlukan.

Biaya training yang cukup besar pun akan terpangkas dengan jasa outsource. Belum lagi ketika masa training mungkin saja beberapa karyawan mengundurkan diri dan proses rekrutmen harus diulang dari awal.

3. Bisa Lebih Fokus pada Inti Bisnis

Operasional perusahaan tidak selalu berhubungan dengan intip bisnis. Hal tersebutlah yang cukup menguras tenaga dan biaya sehingga perkembangan perusahaan mungkin saja melambat.

Menggunakan jasa yayasan menjadikan perusahaan tidak perlu repot untuk memikirkan soal rekrutmen, training dan hanya fokus pada inti bisnis. Hal-hal ini bisa mempercepat waktu pengembagan bisnis.

Apa itu yayasan kerja dan bagaimana keuntungannya bagi perusahaan sudah sangat jelas. Apabila Anda ingin menggunakan jasa outsource maka ketiga keuntungan ini akan langsung diperoleh.

Faktor Kerugian yang Harus Dipertimbangkan Jika Menggunakan Layanan dari Yayasan Kerja

Yayasan Kerja
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-berkemeja-biru-duduk-di-samping-pria-berkaus-hitam-5257576/

Tidak hanya kelebihan, perlu juga memperhatikan faktor kerugian yang bisa didapatkan jika menggunakan layanan dari yayasan kerja. Kerugian ini tidak hanya didapatkan perusahaan tetapi juga pekerja. Apa saja itu?

1. Informasi Penting Perusahaan Rentan Bocor

Kekurangan yang pertama adalah informasi mengenai perusahaan yang sifatnya rahasia bisa saja bocor. Mempekerjakan karyawan dari outsourcing memiliki risiko yang besar akan hal ini. Penyebabnya karena karyawan hanya memiliki kontrak kerja kepada yayasan kerja bukan perusahaan.

Mengingat hal ini maka benar saja peraturan UU lama yang menyatakan bahwa karyawan outsourcing hanya untuk kegiatan penunjang perusahaan bukan inti. Anda pun akan merasa aman dan lebih terbantu dengan adanya sistem ini.

2. Pembaruan Kontrak Kerja yang Memakan Waktu

Bagi perusahaan yang menggunakan jasa yayasan kerja harus siap untuk sering memperpanjang kontrak. Padahal pembaruan kontrak kerja sama ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ditambah lagi rata-rata kontraknya cukup singkat.

Selama peralihan perpanjangan kontrak perusahaan juga perlu mencari karyawan part time untuk mengisi waktu sebelum karyawan dari yayasan bekerja. Kerugian dalam hal waktu ini bisa saja menghambat operasional perusahaan.

3. Perusahan Menjadi Tergantung dengan Yayasan

Memahami apa itu yayasan kerja artinya ada beberapa sistem rekrutmen yang tidak secara umum dijelaskan kepada perusahaan. Perusahaan hanya mengetahui pekerjaan bidang tersebut beres. Padahal mungkin saja sistem tersebut membuat kinerja karyawan menjadi lebih baik.

Pada saat perusahaan tergantung dengan sistem yayasan dan ingin merekrut pegawai sendiri akan mengalami kesulitan. Pasalnya kinerja yang diharapkan tidak akan sama dengan karyawan dari outsourcing. Perusahaan harus memulai dari nol untuk menyusun sistem rekrutmen, training dan lainnya.

4. Tidak ada Jenjang Karir bagi Karyawan

Kekurangan yang didapatkan pekerja outsourcing adalah tidak memiliki jenjang karir. Karyawan hanya akan bekerja di bidang yang sama sampai kontrak berakhir. Ancaman kontrak tidak diperpanjang karena perusahaan tidak membutuhkan karyawan outsource juga cukup tinggi.

Sedangkan bagi perusahaan, tidak adanya jenjang karir membuat minimnya sumber daya manusia yang loyal. Pemutusan hubungan kerja segera terjadi setelah kontrak kerja dengan outsourcing berakhir.

Setelah mengenali apa itu yayasan kerja sampai dengan untung dan ruginya, Anda yang ingin menggunakan jasa ini harus mempertimbangkan banyak faktor sejak dini. Baik itu dari segi keuntungan dan kerugiannya dan menilik kembali bidang apa saja yang membutuhkan karyawan dari yayasan kerja.

Selama bidang yang dipilih tidak berkaitan dengan inti operasional perusahaan tidak masalah. Apalagi jika perusahaan Anda memerlukan sistem keamanan tinggi, jangan sampai data penting bocor ke kompetitor atau publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *