Apa Itu Tes IST (Intelligenz Struktur Test)

Tes Kepribadian IST (Intelligenz Structure Test)
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/sekolah-belajar-pendidikan-kelas-7092342/

Tes IST (Intelligenz Structure Test) merupakan sebuah tes psikologi guna mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Tes Intelligenz Structure Test menjadi metode yang sangat akrab digunakan oleh Biro Psikologi saat ini.

Tes Intelligenz Structure Test ini terdiri dari 9 subtes dengan total soal sebanyak 176 item. Waktu pemrosesan yang diperlukan untuk mendemonstrasikan tes IST pada peserta adalah sekitar 90 menit. Di mana instruksi akan diberikan berbeda untuk setiap subtes.

Bacaan Lainnya

Tes IST ini mengharuskan penguji memiliki keterampilan untuk mendemonstrasikan tes, proses penilaian, serta interpretasi yang cukup memakan waktu. Selain itu, tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal (Kumolohadi & Suseno, 2012).

Sejarah Berkembangnya Tes IST (Intelligenz Struktur Test)

Seperti pembahasan di atas, Tes IST merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang. Tes Intelligenz Structure Test dikembangkan oleh Rudolf Amtauer pada tahun 1953 di Frankfurt, Jerman.

Amtauer mendefinisikan kecerdasan sebagai keseluruhan struktur kemampuan psikis – spiritual manusia yang akan terlihat dalam hasil tes. Kecerdasan hanya dapat diidentifikasi dari kinerjanya, seperti yang ditunjukkan berdasarkan hasil atau pencapaian tes.

Berdasarkan ide ini, Amtauer mengembangkan tes yang disebut IST. Tes ini bekerja dengan asumsi, “Komponen dalam suatu struktur cenderung tersusun berlapis-lapis.

Yang artinya domain dominan sedikit banyak akan mempengaruhi domain lain, dengan kapabilitas dominan dalam struktur cerdas akan menjadi penentu dan berpengaruh pada kapabilitas lainnya”.

Berdasar pada teori faktor ini, maka untuk bisa mengukur kecerdasan seseorang perlu lakukan serangkaian tes yang terdiri dari beberapa subtes.

Sementara kemampuan seseorang itu sendiri merupakan penjumlahan dari seluruh skor dari setiap subtes. Oleh karenanya, Amthauer menyusun Intelligenz Structure Test sebagai metode tes yang di dalamnya memiliki 9 subtes.

Semenjak pembuatannya, pengembangan IST terus dilakukan oleh Amthauer beserta bantuan dari para koleganya. Adapun perkembangan dari tes IST sejak tahun 1953 hingga tahun 2000-an adalah sebagai berikut.

Tes IST Tahun 1953

Tes Intelligenz Structure Test pertama ini di awal-awal penggunaannya hanya ditujukan untuk peserta yang berusia 14 hingga 60 tahun. Untuk proses penyusunan normanya diambil dari 4.000 subjek di tahun 1953.

Tes IST Tahun 1955

Tes IST adalah pengembangan dari Tes IST 1953, di mana rentang usia subjeknya diperluas menjadi umur 13 hingga 60 tahun. Sementara subjek dalam penyusunan norma tersebut juga bertambah menjadi sebanyak 8642 orang. Selain itu, pada tes ini juga telah dilakukan pengelompokan jenis kelamin dan kelompok usia.

Tes IST Tahun 1970

Media tes, penggunaannya sudah lebih dari 10 tahun. Sehingga sesuai permintaan dan tuntutan pengguna, maka dilakukan pengoreksian mesin pengembangan tes dengan penyusunan IST 70.

Dalam IST 70 ini, sebenarnya tidak terlalu banyak dilakukan perubahan. Di mana pengembangan tes IST mempunyai 6 bentuk dengan setiap pemeriksaan dilakukan 2 tes dalam bentuk paralel, yakni A1 dan B2 ataupun C3 dan D4.

Selain itu, masih ada dua bentuk lain yang hanya digunakan pemerintah dan ditujukan untuk penggunaan khusus. Pengembangan lain yaitu rentang kelompok usianya diperluas menjadi 12 hingga 60 tahun, serta penambahan tabel kelompok dan pekerjaan.

Akan tetapi dalam Tes IST (Intelligenz Structure Test) 70 ini memiliki kekurangan, yakni adanya penyebaran bidang yang cenderung tidak merata serta menggunakan kalimat dalam subtes RA.

Hal ini bisa berdampak apabila subjek gagal dalam subtes, kemungkinannya adalah karena ketidakmampuannya dalam mengerjakan soal hitungan atau bisa juga tidak mengerti kalimatnya.

Tes IST Tahun 2000

Pengembangan dari IST 70, IST 2000 tidak lagi menggunakan soal kalimat dalam soal hitungannya.

Tes IST Tahun 2000 – Revised

Pada IST 2000 – Revised ini dilakukan pula beberapa pengembangan sekaligus penambahan subtes. Revisi IST ini memiliki 3 modul, yakni seperti berikut.

  1. Grundmodul – Kurzform (Modul Dasar – Singkatan) yang terdiri dari subtes SE, AN, GE, RE, ZR, RZ, FA, WU, serta MA.
  2. Modul ME terdiri dari subtes ME Verbal dan juga ME Figural
  3. Erweiterungmodul (Modul menguji pengetahuan) yang terdiri dari subtes Wissentest (tes pengetahuan).

Tes IST yang dipakai di Indonesia yaitu mengadaptasi hasil IST dari Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Bandung. Hal ini dilakukan untuk Tes IST (Intelligenz Structure Test) -70 yang pertama kali digunakan oleh Psikolog Angkatan Darat Bandung, Jawa Barat (Polhaupessy, dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).

Fungsi dan Tujuan Tes IST (Intelligenz Struktur Test)

Tes Intelligenz Structure Test sekarang ini sering dijadikan sebagai gestalt (menyeluruh), yang di dalamnya terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan secara makna (struktur). Dimana struktur kecerdasan atau intelegensi tertentu dapat menggambarkan pola kerja tertentu.

Sehingga nantinya hal ini akan cocok untuk profesi atau pekerjaan tertentu. Berdasarkan hal inilah, penggunaan IST seringkali dimanfaatkan untuk aspek pemahaman diri dan pengembangan pribadi.

Termasuk juga guna perencanaan pendidikan maupun karir, serta membantu dalam hal pengambilan keputusan atas hidup individu.

Baca Juga:

Aspek-Aspek Kemampuan yang Digali melalui IST

Tes Kepribadian IST (Intelligenz Structure Test)
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/sekolah-belajar-pendidikan-kelas-7092342/

Tes IST (Intelligenz Structure Test) bekerja dengan mengukur 9 subtes IST, yakni sebagai berikut.

Satzerganzung (SE) – Melengkapi Kalimat

Aspek yang diukur dalam subtes SE adalah terkait masalah pengambilan keputusan, penilaian keinginan mencapai prestasi, pembentukan opini, penekanan untuk berpikir praktis dan konkrit dalam memaknai realitas, common sense, serta berpikir secara mandiri.

Wortauswahl (WA) – Melengkapi Kata-kata

Subtes WA mengukur kemampuan menangkap inti atau makna atas sesuatu yang disampaikan lewat bahasa, perasaan empati atau kemampuan memahami perasaan, serta berpikir induktif melalui bahasa.

Analogien (AN) – Persamaan Kata

Aspek yang diukur dalam subtes AN adalah kemampuan mengkombinasikan atau menghubungkan, fleksibilitas dalam berpikir, kelincahan berpikir, mencari solusi masalah, dan sebagainya.

Gemeinsamkeiten (GE) – Sifat Persamaan

Aspek yang akan diukur dalam subtes GE adalah kemampuan abstraksi verbal, menemukan kesamaan ciri atau khas, kemampuan penyampaian dalam bentuk bahasa, hingga kemampuan menemukan kesamaan esensial dari beberapa kata.

Rechhenaufgaben (RA) – Kemampuan Berhitung

Aspek RA mengukur kemampuan berpikir dalam pemecahan masalah berhitung, berpikir logis, matematis, serta penalaran dan kemampuan berpikir runtut dalam pengambilan kesimpulan.

Zahlenreihen (ZR) – Deret Angka

Aspek ZR mengukur bagaimana cara berpikir secara teoritis melalui hitungan. tujuannya adalah untuk mendapatkan suatu kesimpulan, serta kelincahan dan juga irama dalam berpikir.

Figurenauswahl (FA) – Memilih Bentuk

Dalam aspek FA diukur kemampuan testee dalam membayangkan, serta kemampuan mengkonstruksi (seperti sintesa dan Analisa).

Wurfelaufgaben (WU) – Latihan Balok

Aspek yang diukur dalam subtes WU adalah kemampuan menganalisis. Diantaranya adalah daya bayang ruang yang di dalamnya terkandung kemampuan tiga dimensi, kreativitas, imajinasi fleksibilitas berpikir, dan juga kemampuan konstruktif teknis.

Merkaufgaben (ME) – Latihan Simbol

Aspek dalam subtest ME pada IST Test adalah untuk mengukur kemampuan daya ingat seseorang, perhatian, daya konsentrasi yang menetap, serta fokus dan daya tahan.

Tes IST (Intelligenz Structure Test) ini berguna untuk melihat kesesuaian kemampuan dan intelegensi seseorang dengan jurusan atau pekerjaannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *