Mau Menyimpan Data Penting di Smartphone? Ini Tips Amannya

Sumber: https://www.pexels.com/photo/close-up-of-man-using-mobile-phone-248528/

Maraknya kejahatan cyber membuat setiap orang harus waspada terhadap data yang disimpan di dalam perangkat elektronik. Terutama smartphone yang sangat mudah dicuri.

Biasanya pencurian mudah terjadi karena jaringan wifi. Dikutip dari laman Tedas.id supaya data aman, jangan pernah login wifi sembarangan apalagi di tempat umum.

Bacaan Lainnya

Kamu bisa cek bagaimana cara mengakses wifi yang aman di tempat umum dan artikel menarik lainnya di Tedas. Sedangkan jika ingin menyimpan data penting di smartphone kamu bisa intip tipsnya di sini.

Tips Aman Menyimpan Data Sensitif di Perangkat Smartphone

Aktivitas teknologi yang dilakukan oleh seseorang bisa saja penting dan harus dilindungi dengan baik. Oleh karena itulah setiap aplikasi selalu memberikan keamanan khususnya mengenai informasi yang sifatnya pribadi.

Kasus pencurian data marak terjadi yang kemudian dijual oleh oknum-oknum tertentu. Bagaimana supaya data tetap aman disimpan di dalam smartphone?

Kamu yang memiliki kewajiban atau kepentingan tertentu pada data sensitif di smartphone tentu harus tahu bagaimana cara menyimpannya dengan benar. Beberapa tips berikut ini bisa kamu ikuti.

1. Membatasi Akses Data pada Orang Tertentu

Memberikan pembatasan akses data hanya pada orang tertentu sangatlah penting. Langkah pertama ini seringkali dilakukan oleh para pengusaha akan data penting di perusahaannya.

Semakin sedikit orang yang bisa mengakses maka lebih mudah melacak jika terjadi kerusakan atau kehilangan data. Misalnya saja data hanya bisa diakses dari perangkat smartphone kantor dengan tingkat keamanan tinggi.

Selain itu untuk bisa menyalin data tersebut, orang yang mendapatkan akses harus mengenkripsi data. Solusi ini masih sering digunakan untuk jenis usaha menengah dan kecil.

2. Mengaktifkan Fitur Disk Penuh Terenkripsi di Smartphone

Tips selanjutnya adalah menggunakan fitur full disc encryption di perangkat smartphone. Jadi ketika fitur ini aktif dan smartphone jatuh ke tangan orang yang salah maka perangkat akan mentransmisikan semua data rahasia.

Sampai saat ini smartphone android biasanya menonaktifkan perangkat ini. Jadi kamu perlu mengaktifkan nya terlebih dahulu. Sedangkan untuk os Windows atau mac OS sudah langsung diaktifkan.

3. Tidak Mentransfer Data jika Tidak Terenkripsi melalui Internet

Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan adalah memperhatikan kapan dan bagaimana data dikirim. Hindari untuk mengirimkan data sembarangan melalui email atau layanan berbagi file.

Aplikasi tambahan untuk berbagi file sebagian besar tidak aman dan membuat data lebih mudah kecolongan. Lebih baik untuk melakukan transfer dari perangkat keras secara langsung.

Namun jika terpaksanya kamu harus tetap transfer karena masalah jarak, maka solusinya adalah file telah dienkripsi terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk melindungi ketika terjadi intersepsi.

4. Siapkan Lebih dari Satu Salinan

Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu data sebaiknya disimpan bukan hanya satu copy saja. Kamu perlu menyimpan data di perangkat lainnya seperti komputer. Membuat salinan ini menjadi tindakan pencegahan kerusakan data.

Kamu juga bisa menyimpan data satu di perangkat smartphone, komputer dan juga di cloud server. Namun pastikan bahwa layanan cloud server tersebut menjamin keamanan datanya.

Selama membuat salinannya kamu juga harus memastikan bahwa semua data tersebut perlu dienkripsi terlebih dahulu. Sehingga tidak mudah untuk dicuri oleh orang lain.

5. Memberikan Beberapa Lapisan Keamanan

Demi mengatasi masalah kejahatan cyber kini banyak sekali yang menciptakan sistem keamanan. Mulai dari kata sandi, finger print, face scan, dll. Lebih aman lagi jika kamu menggunakan tingkat keamanan yang berlapis.

Misalnya saja kamu memberikan sistem keamanan kata sandi dan juga fingerprint. Memadukan dua sistem keamanan ini akan menjaga data tidak mudah untuk dicuri.

Sehingga data juga tidak bisa diakses oleh sembarang orang dan hanya mereka yang memiliki izin saja.

Menyimpan data penting di dalam smartphone memang membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi. Kelima hal ini bisa Anda lakukan sehingga data perusahaan atau data pribadi tidak lagi dicuri oleh orang.

Apalagi jika isinya adalah mengenai produk baru, sangat berbahaya jika data dijual ke kompetitor bisnis. Nah, supaya Anda tidak lupa juga, hapus data sensitif yang tidak digunakan lagi agar Anda tidak kebingungan nantinya.

Baca Juga:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.