Daftar Obat Pereda Nyeri Haid Tradisional dari Bahan Alami

Sering merasa nyeri saat haid? Bagaimana cara aman mengatasinya? Adakah obat pereda nyeri haid tradisional yang aman dikonsumsi? Haid atau menstruasi merupakan siklus alami pada sistem reproduksi wanita yang ditandai oleh keluarnya darah dari vagina. 

Darah ini berasal dari pengelupasan lapisan dinding rahim yang terjadi karena tidak adanya pembuahan. Beberapa wanita seringkali mengeluhkan nyeri saat menstruasi, yang membuatnya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi lebih kuat dari dinding otot rahim selama menstruasi.

Bacaan Lainnya

Sehingga mengakibatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen ke rahim terhenti, memicu pelepasan zat kimia seperti prostaglandin yang menyebabkan rasa nyeri. Meskipun demikian, terdapat beberapa obat nyeri haid alami yang efektif dalam meredakan ketidaknyamanan serta keluhan menstruasi lainnya.

Beragam Obat Pereda Nyeri Haid Tradisional

Saat mengalami nyeri perut selama menstruasi, Anda dapat meredakannya dengan menggunakan beberapa obat alami yang mudah ditemukan di rumah. Berikut adalah beberapa pilihan obat pereda nyeri haid tradisional yang bisa dicoba.

1. Jahe

Jahe sering dijadikan bumbu dalam masakan atau minuman herbal, yang juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memperlancar haid dan meredakan nyeri. Salah satu cara mengonsumsinya adalah dengan mencampur parutan jahe ke dalam air hangat atau menyajikannya sebagai teh.

Khasiat jahe terletak pada kemampuannya menghambat produksi prostaglandin, zat kimia yang dapat memicu nyeri menstruasi. Dengan demikian, jahe menjadi opsi alami untuk meredakan ketidaknyamanan selama masa haid.

2. Air Kelapa Muda

Pada tahun 2015, Fitri Lestari dan Sarwinanti dari STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menemukan bahwa minum air kelapa muda dapat mengurangi intensitas nyeri haid. Kelapa muda mengandung 14,11 mg kalsium, 9,11 mg magnesium, dan 8,59 vitamin C per 100 ml. 

Kandungan kalsium dan magnesium ini diketahui dapat mengurangi ketegangan otot. Sementara vitamin C memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan rasa sakit akibat haid.

3. Teh Kayu Manis

Kayu manis telah dikenal dapat meredakan kram dan nyeri haid, serta melancarkan siklus menstruasi. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Iranian Red Crescent Medical Journal pada tahun 2015, konsumsi kayu manis selama menstruasi dapat mengurangi rasa sakit, mengatasi perdarahan berlebih, serta mencegah mual dan muntah.

Berdasarkan studi tersebut, ditemukan bahwa kayu manis dinilai aman dan efektif untuk mengatasi nyeri haid, khususnya pada wanita usia muda. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis dapat mengontrol jumlah darah yang keluar selama menstruasi.

4. Teh Chamomile

Teh chamomile dikenal dengan sifat antispasmodiknya yang mampu meredakan kram menstruasi. Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Medicine.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa chamomile menghambat produksi oksida nitrat, molekul pemberi sinyal yang terlibat dalam patofisiologi peradangan. Peradangan ini seringkali dikaitkan dengan kram menstruasi.

Studi lain dari Iran Journal of Obstetrics, Gynecology and Infertility pada tahun 2010, menemukan bahwa mengonsumsi dua cangkir teh chamomile setiap hari, terutama satu minggu sebelum menstruasi dan selama lima hari awal siklus menstruasi selama tiga bulan, dapat mengurangi nyeri dan kram menstruasi.

5. Adas

Adas atau yang dikenal dengan nama fennel merupakan tanaman berbunga yang masih satu keluarga dengan wortel. Tanaman ini mengandung senyawa anethole yang diyakini memiliki kemampuan meredakan kejang hingga menjadi obat pereda nyeri haid tradisional.

Pada tahun 2012, sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Quarterly Journal of Research in Ayurveda meneliti efek adas dalam mengurangi nyeri haid. Sebuah kelompok perempuan berusia 15 hingga 24 tahun yang mengonsumsi ekstrak adas melaporkan pengalaman penurunan nyeri tersebut.

6. Kunyit Asam

Kunyit asam menjadi pilihan utama sebagai obat nyeri haid yang populer di Indonesia. Wanita yang sedang menstruasi sering disarankan untuk mengonsumsi ramuan herbal ini. Kunyit, yang memiliki sifat emmenagogue yang mampu merangsang aliran darah haid dan mengendurkan otot, sehingga dapat mencegah kontraksi rahim yang terlalu kuat.

Seperti dalam sebuah studi kecil yang dipublikasikan dalam Journal of Gynecology Obstetrics Human pada tahun 2020. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kunyit dapat meningkatkan efek pengobatan Reproductionnon-steroidal anti-inflammatory (NSAID) seperti asam mefenamat (Ponstel). 

Dengan demikian, kunyit dapat efektif mengatasi kram saat haid dengan meningkatkan efek anti-inflamasi dari NSAID. Namun tentu saja, Anda perlu mengolahnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. 

Sebagai solusi praktisnya, kini telah hadir Kunyit Asam Sido Muncul. Kunyit Asam adalah ramuan obat pereda nyeri haid tradisional herbal alami yang diproses secara higienis untuk meningkatkan kesehatan perempuan. 

Dikemas dalam pouch kecil, bahan-bahan di dalamnya mampu membantu menyegarkan tubuh, meredakan nyeri haid, dan melancarkan siklus menstruasi. Bubuk Konsentrat Herbal Kunyit Asam ini terbuat dari bahan-bahan asli Indonesia. 

Dengan komposisi yang terdiri dari gula, ekstrak kunyit, maltodextrin, dan ekstrak asam, Blend Mix Kunyit Asam memberikan manfaat menyegarkan bagi tubuh, meredakan nyeri haid, dan melancarkan haid. Kunyit Asam Sido Muncul, sebuah solusi alami kesehatan wanita dalam kemasan modern yang higienis.

Baca Juga: Cara Daftar Online Rumah Sakit : Berobat Nyaman Tanpa Antri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *